Presentasi dan Peragaan Busana Batik Indonesia
di Houston, 29
April 2009
Pada tanggal 29 April 2009, KJRI Houston bekerja
sama dengan anggota Dharma Wanita Persatuan unit KJRI Houston telah
mengadakan promosi budaya Indonesia yang berisi kegiatan presentasi batik dan peragaan busana
batik. Acara
promosi budaya Indonesia yang digelar di Wisma
Indonesia Houston tersebut telah mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari
sekitar kurang lebih 125 orang undangan yang berasal dari kalangan Consular
Ladies, Asia Society dan Protocol Alliance dan Friends of Indonesia lainnya.
Ibu Hastuty Pasaribu yang bertindak selaku tuan rumah dalam
sambutannya telah menjelaskan secara singkat tentang sejarah kain batik bagi masyarakat Indonesia, dimana pada awalnya
batik hanya dibuat terbatas di dalam
lingkungan Keraton Jawa dan hasilnya
untuk membuat pakaian bagi raja dan keluarganya yang dalam perkembangannya lambat laun seni
membatik ini kemudian keluar dari Keraton, mulai
dibuat dan berkembang di masyarakat
sehingga akhirnya kain batik mulai dipakai oleh
banyak orang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi singkat tentang batik dengan judul “Batik Cultural and
Heritage” yang dibawakan oleh
Ibu Chiara Mahardi yang telah menjelaskan Perkembangan seni batik Indonesia sejak zaman nenek moyang
pada awal abad XVII sampai sampai sjarah batik modern seperti yang kita kenal sekarang ini. Dalam presentasi ini
juga telah dijelaskan jenis dan corak batik tradisional
Usai acara presentasi, para undangan diajak
untuk menikmati tarian tradisional dari Bali yang dibawakan dengan sangat menarik
oleh Ibu Sri Oka Agung dan kemudian
dilanjutkan dengan peragaan busana batik tradisional dan batik modern koleksi dari Ibu
Ita McCutchen dengan diiringi latar belakang lagu-lagu Indonesia yang telah dibawakan dengan sangat menarik oleh beberapa orang
Ibu warga masyarakat Indonesia yang berdomisili
di Houston.
Sebagai
penutup, acara diakhiri dengan makan siang bersama
dimana para undangan telah disajikan penganan khas Indonesia berupa Martabak, Kue Lemet,
Lapis Surabaya, Nasi Tumpeng,
Udang Sambal Balado, dan Daging
Kalio. Kepada para
undangan yang hadir tidak lupa juga
telah diberikan souvenir berupa beberapa jenis buah tangan
kerajian khas